DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak
JANGAN ASAL COPY PASTE..

PErsaHAbaTan Kita: ARti SebuAH persahabatan

ini mengenai hal-hal yang dapat membuat persahabatan menjadi bermakna".

(1) PErsAhaBatAn

SAtu Kata. persabahatan tidak dapat dinilai dari materi,uang,atau pun harta yang berlimpah,hanya hati yang teduh dan pikiran yang teduh yang dapat mengartikan persahabatan sebagai hal yang kongkrit, hati yang belum tercampur dengan kemunafikan dan polusi-polusi keduniawian yang dapat menjelaskan apa itu persahabatan sesungguhnya:
"SukarElawan duKA YogyakarTA"

*******

(2) Gempa di Negeri Kampung Maling

Pasca gempa Yogya. Dusun Kepek, Jetis, Bantul. Hadirlah bukti nyata Indonesia, "Negeri Kampung Maling". Pencuri mengambil kesempatan di tengah duka gempa sekalipun.

Malam hari, gelap-gulita. Tak ada listrik, hanya diterangi cahaya rembulan. Di tengah guyuran lebat hujan. Di tenda posko yang seadanya. Meluncurlah pick up bak terbuka. Berkedok seperti para relawan membawa bantuan. Nyatanya, para relawan gadungan itu tega, teramat tega. Mereka tanpa hati mencuri sembilan motor korban gempa yang sedang diparkir di samping posko bantuan.

"Hanya itu yang tersisa. Kami tak punya apa-apa."

"Rumah tiada, sanak keluarga menjadi korban. Sekarang kecurian."

"Teganya mereka ya Allah."

Di negeri kampung maling, gempa bukan hanya mengetuk para relawan, tetapi juga para manusia yang tak punya perasaan kemanusiaan.

*******

(3) Kejujuran Kain Kafan

Seorang korban datang dari Klaten. Membawa kabar duka ke sekian. Warganya 18 orang menuju sakratul maut. Rumah sakit sudah menyerah. Mereka harus siap-siap dengan prosesi pemakaman ke sekian. Kain kafan tak tersedia di manapun mata memandang. Meski demikian, uang 400 ribu diberikan ke seorang relawan.

Misinya: cari kain kafan.

Entah siapa sang relawan, kami pun tak kenal. Yang jelas dia datang, menyatakan siap bergabung dengan SeKATA. Dari pagi hingga sore, tak ada kabar. Bendahara SeKATA mulai gelisah.

Menjelang Maghrib datanglah sang relawan. Membawa segulung kain kafan. Dengan muka sumringah.

"Saya berputar. Tak ada kafan dimana-mana."

Akhirnya di daerah Jalan Prambanan KM 19 ada Dewa Tekstil, yang sudah bersiap tutup.

"Mbak saya mau beli kain kafan. Untuk 18 orang korban gempa."

"Ambil saja Mas. Gratis." Ada mata sayu, dan senyum sendu seiring suara tulus itu.

"Alhamdulillah..."

Lalu sang relawan, masih dengan senyum, merogoh saku celananya. Dikeluarkannya uang 400 ribu. Diserahkannya kembali ke bendahara SekATA.

"Gratis mbak, ini uangnya tidak jadi terpakai."

Sang bendahara, tersenyum. Masih merasa berdosa, karena sempat berprasangka buruk.

"Terimakasih mas."

"Eh, siapa namamu."

"Aris."

Aku tersenyum. Masih ada harapan. Meski langka, masih ada kejujuran di negeri kampung maling.

Terimakasih Aris.

*******

(4) Kejujuran Loper Koran

Pasca gempa. Loper koran saya masih rajin berkeliling dengan sepeda ontelnya.

"Pak, bagaimana kondisi panjenengan?"

"Saya di Bantul Pak. Saya tidak punya rumah lagi. Rubuh."

"Hhhhh... turut berduka Pak. Bagaimana keluarga Bapak?"

Tak ada sahutan. Hanya matanya mulai berkaca. Diam. Dan berlalu dengan sepeda ontelnya.

Saya dan istri terdiam. Terpaku.

Esoknya...

"Pak ini ada bantuan sembako. Bapak bawa dan ini ongkosnya".

"Jangan Bu... kalau saya terima. Itu hanya untuk saya. Padahal banyak warga di tempat saya yang membutuhkan. Ibu bawa bantuan dan uang itu ke lokasi saja. Jangan diberikan kepada saya".

Ah... betul-betul air di tengah kemarau. Di tengah banyak korban berteriak meminta bantuan. Sang loper koran dengan wajah lugunya, suara seraknya, tetap bertahan dengan idealisme sederhananya.

Aku tersenyum. Masih ada harapan. Meski langka, masih ada kejujuran di negeri kampung maling.

Terimakasih Pak Paijo.

*******

Masihkah Anda hanya bisa berpangku tangan dan membaca surat ini tanpa terenyuh untuk mulai menyalurkan bantuan Anda, walau sepeser???

SRagen, Wednesday, May 31, 2006 | @ 06:56 pm | (0) Komentar


Update Berita Yogya Hari Ini (III)

Hari ini saya tidak bisa terjun ke lapangan secara langsung, lantaran kondisi tubuh yang benar-benar sudah drop. Maklum, semenjak kejadian musibah besar ini saya menjadi kurang tidur. Alhasil, seharian ini cuma bisa berusaha menahan dari atas tempat tidur agar badan tidak terlalu overload.

Saya cuma keluar ketika hendak mencari makan dan ke kampus sebentar untuk memposting berita terbaru seputar Yogya dari pantauan saya.

Namun sayang... ketika keluar mencari makan, hari ini sudah tak ada satu pun warung makan yang buka di daerah Sendowo, dekat kos saya. Untungnya, lewat bapak penjual Lotek (semacam gado-gado) yang telah lama saya tinggalkan sejak mba Yanti buka warung nasi.

Praktis, karena saya tidak bisa keluar rumah, tak ada berita yang dapat saya sampaikan kali ini. Do'akan saja kondisi ini segera berlalu agar saya dapat membantu kembali saudara-saudara kita yang ada di luar sana. Lebih-lebih agar tidak malah menambah repot orang-orang.

NB:
Saat saya menulis, hujan rintik-rintik mulai membasahi bumi Yogya yang pastinya malam ini ancaman udara dingin akan mulai menyerang kembali para pengungsi. Jadi sekali lagi, bila ingin membantu silahkan prioritaskan pada selimut dan tenda-tenda.

Update Berita Yogya Hari Ini (II)

Hari keempat pasca gempa dahsyat yang mengguncang Yogya dan Jawa Tengah, Sabtu lalu (27/05/06), menyisakan pemandangan yang tak jauh berbeda dari hari kemarin.

Jalan-jalan masih sering terdengar raungan sirene ambulan dan klakson kendaraan yang membawa korban-korban gempa. Banyak juga warga yang terus berusaha mencari sisa barang-barang yang kiranya masih dapat diselamatkan dari bawah reruntuhan rumahnya.

Stok sembako dari beberapa toko yang saya pantau juga belum membaik, bahkan hari ini beberapa toko sudah mulai tutup lantaran stoknya benar-benar habis total. Beberapa pemilik toko mengaku selain membeli untuk berjaga-jaga karena khawatir Yogya akan benar-benar krisis bahan pangan, kebanyakan pembeli yang datang ke tokonya juga memborong untuk diberikan kepada korban-korban di pengungsian.

Koperasi Mahasiswa UGM (KOPMA UGM) juga tak luput dari sasaran. Rak-rak yang kosong melompong antara lain terlihat jelas pada bagian roti dan mie instan.

Begitu pula barang-barang kebutuhan di pasar sudah semakin sulit di dapatkan. Bahkan, mendapat cerita dari satu pedagang warung makan "Hollywood" tempat langganan saya yang terletak persis di depan KOPMA UGM, pasar Beringharjo yang selama ini menjadi sentra perdagangan di DIY terpaksa ditutup lantaran bangunan bagian belakangnya ambruk. Hal ini menyebabkan para pedagang terpaksa beralih ke pasar lain seperti pasar Kranggan maupun pasar Gejayan.

Di pasar Kranggan, banyak pembeli yang terpaksa berebutan bila ingin kebagian jatah yang sangat minim itu. Tak jarang pula harus mengalami antrian hingga satu jam lebih.

Antrian panjang juga masih terlihat jelas pada beberapa Stasiun Pengisian Bahan-bakar Umum (SPBU). Hal ini dikarenakan beberapa SPBU mengalami kerusakan dan terpaksa ditutup yang mengakibatkan pembeli menumpuk di titik-titik tertentu SPBU. Selain tentunya kekhawatiran akan terjadi lagi krisis BBM seperti kejadian beberapa bulan lalu sewaktu SBY mengumumkan kenaikan harga BBM hingga 100% lebih!

Di banyak tempat pengungsian kebutuhan yang paling mendesak saat ini masih berkisar pada kebutuhan akan selimut bersih, obat-obatan, pembalut wanita dan tenda-tenda. Jadi, bila ada di antara Anda yang ingin membantu, silahkan diprioritaskan pada ketiga point di atas.

Djogja, Tuesday, May 30, 2006 | @ 10:07 pm | (0) Komentar




One Man One Dollar

28 Mei 2006
yang ingin menambah teman dan sahabat buka ini http://www.friendster.com/
27 Mei 2006
indah sekali jika kita mengerti arti persahabatan
26 Mei 2006
Berasa lambat ga akses blog ini? Wajar... Blogdrive emang lagi down. Berita lengkapnya bisa dilihat disini.



Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Setelah mengalami beberapa perbaikan akhir-akhir ini, bagaimana kecepatan akses blog saya?
Sama saja.
Sip, lebih cepat.
Duh, lebih lambat.
Tidak tahu tuh.
  




"JANGAN memperbincangkan suatu tema yang engkau sendiri tidak mengerti dengan baik, dan janganlah engkau membela suatu pemikiran manakala kamu tidak yakin dengan pemikiran tersebut. Jika hal itu engkau langgar, maka pada hakikatnya engkau telah menyeret dirimu ke dalam kesulitan dan juga menodai pemikiran yang engkau bawa dan bela."
(Anonim)


"3 PERKATAAN MANUSIA :
Pertama: perkataan yang menjelaskan kebenaran, itu wajib diucapkan.
Kedua: perkataan yang menjelaskan kesalahan; ia harus tidak diucapkan.
Ketiga: perimbangan antara keduanya; lebih baik diam, agar tidak terseret dari yang berhukum boleh ke dalam sesuatu yang dilarang."
(Umar bin Abdul Aziz r.a.)


"SALAH satu cara untuk mengetahui tingkatan lawan bicara adalah dengan melontarkan pertanyaan netral kepadanya. Dengan begitu, anda dapat mengukur kedalaman pengetahuannya tanpa menyinggung perasaannya."
(Anonim)


"SESUNGGUHNYA Alloh telah menciptakan untuk manusia satu mulut dan dua telinga, agar ia mendengar lebih banyak daripada berbicara."
(Pepatah)

MANUSIA pembelajar, ia harus lulus dari ujian 'mata kuliah' bertanggung jawab menjadi dirinya. Bila tidak, ia harus mengulang kembali pelajaran yang sama dan menempuh 'ujian' berikutnya. Hanya saja, ia mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian ulang tanpa batas waktu yang pasti hingga akhir hayatnya. Sebab belajar menjadi manusia pembelajar itu ibarat mendaftar di 'Universitas Besar Kehidupan'. Ia hanya mungkin drop out bila kehidupannya berakhir di muka bumi."
(Anreas Harefa, dalam 'Menjadi Manusia Pembelajar')


ARDI PERSONAL WEBLOG v4.0
jalinan silaturahmi

Hak Cipta Dilindungi
Creative Commons License

ARDI Yahoo! Messenger: ardi_smansa
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARDI Creations, 2004-
Made in SRAGEN 01 Agustus 2006.